Bujuk tarbiah punya turunan 7 orang
1)
Kiai Muhammad Sholeh
2)
Kiai Muhammad Tarsad
3)
Kiai Ahmad
4)
Kiai Woffar
5) Raden Amir
/ Din Amir
6) NyaiAlFiah
7)
Nyai Rokina
8)
Nyai Aminah
Bujuk Tarbiah bertapa di pinggir sungai dan permunajat
serta riyadoh kepada alloh bahwa kelak anak turunnya berguna di masarakat di
satu sisi ingin jadi kiai yang lainnya ingin jadi senupati dari kerajaan sultan
kadirun.salah satu sumber ada yang menceritaka beliu sebagai senupati
dari sultan kadirun dan pemungut upetti dari beberapa desa atau orang
sekarang bilang pemungut pajak di desa pakong dan sekitarnya. karna sebagai
pemuda yang jujur sangat di sukai oleh sang sultan maka di jadikan mantu dari
keponakan sultan yaitu nyai ( Hj Jamaliah kapung kebung desa saksak bangkalan )
dan dari itulah putra dan putri beliu ada yang jadi kelebun/lurah dan kiai
sampai saat ini anak turunya berguna di masarakat putra keduanya KH.M.Tarsad berkeluarga ke bangkalan keponakannya Hj Jamaliah kapung kebung desa saksak bangkalan setelah punya turunan
putra putri beliau sebanyak 6 sewaktu punya mantu alim Namanya KH.M.Nur Bin Tahrir maka bujuk tarbiah sangat senang karna
mempunyai mantu dari cucu yang alim lulusan dari universitas Al Ahar messir
maka yang mengawinkan harus orang alim juga ia itu KH.M. Holil bin Abdul latif demangan bangkalan maka di mulailah bujuk tarbiah meminta
sepetak tanah dari ds.pakaan dejeh sapai pakong untuk dibuat jalan keretanya KH.M. Holil bin Abdul latif demangan bangkalan dan sekarang jadi jalan besar pakong
seddeng itulah asalmula jalan raya pakong adapun Putri KH.M.Tersad.Nyai Hj.Maimunah di kawinkan dengan sepupunya KH.Nawawi bin KH.M.Soleh putri yang nomor tiga Nyai
fusekar/hafsoh dengan adiknya KH.Nawawi ia itu
KH.Hadrai dan yang nomor empatnya Nyai Hj.Imu di
kawinkan demean KH.Jamaluddin dari bêtes sampan
ini Putra & Putri KH.M.Tersad.Bin Bujuk
Tarbiah
Nyai Hj Jamaliah istri dari KH.M.Nur Bin Tahrir
Nyai Hj.Maimunah istri dari KH.Nawawi Bin KH.M.Soleh
Nyai Hj.hafsoh/fusekar istri dari KH.Hadrai
Bin KH.Soleh
Nyai Hj.Imu istri
dari KH.Jemaluddin Betes Sampang
Nyai Hj Shofiah
Kiai Bedruddin
Profil KH.Sarkowi bin Abu Bakar
Kiai H.Abubakar putra KH.M.Fadil dan kiai H.Sarkowi soal kecerdasannya kalah dengan kakaknya
KH.M.Fadil. kiai H.Sarkowi sering di marai oleh
sang kakak karna jarang belajar suatu hari KH.M.Fadil lagi
marah sama sang adik di tegor oleh gurunya dari PPs.Sidoresmo Surabaya Bahwa
jangan sering maraih adiknya yang jarang belajar karna soal riadoh kamu kalah
sama sang adik soal ke ilmuannya kamu mimang unggul suatu ketika KH.M.Fadil Punya Putra KH.Rahbini/Besuni beliau pernah di ejek oleh kakaknya KH.M.Fadil dia bilang kamu soal duniawian semuanya
terujutkan anak turunmu tapi kamu gak punya anak alim/allamah setelah dapat
teguran dari sang kakak KH.Sarkowi meradang/marah
lalu KH.Sarkowi mengajak sepupunya yang bernama
Bdr.salam ke gunung seleret hanya berbekal mengkudu
dua orang ini berangkat menuju gunung seleret di dusun taman sareh desa pakaan
lauk maka saat berangkat sama sama saling menanyakan maksud dan tujuan dari
pertapaanya apa yang mau di minta kamu Bdr.salam aku
inginterbang semua aparat jawa Madura tunduk dan ngambil kelapa dak usah naik
kamu ingin apa wi aku ingin punya anak yang
allamah setelah sampainya di gunung pertapalah dua orang ini setelah 41 hari yang nama Bdr.salam pung
terbang kerumahnya KH.Sarkowi merangkak kebawah
maka di temulah KH.Sarkowi sama petani lalu di
kasih makan gak masuk dikasih bubur gak masuk lalu di kasih wab aroma dari nasi
yang baru diangkat dari penai/kendil uapnya di tiupkan baru bisa masuk sedikit
demi sedikit air ketenggorokannya yang sudah kering barulah KH.Sarkowi mulai bisa berjalan setapak demi setapak
ke pakong KH.M.Fadil Penah sinau/belajar selama
3 Thn Hanya makan kedelai yang di sangrai dan di kasi buntelan di tusuklah
kantong yang ini kedelai apa bila jatuh 2 biji maka yang di makan puka saur
cuman dua biji itu yang di makannya begitulah selama 3Thn barulah muncul KH.Rahbini dan adiknya KH.Sarkowi
Punya anak KH.Hasyim Keci orang
menjulukinya kedua sama sama mempunyai anak yang soleh dan Allamah.suatu saat KH.M.Fadil ingin suwan sama sama dengan adik KH.Sarkowi ke KH.M.Holil bin
Abdul Latif hanya membawa nangka yang tinggal separu kedua malu untuk
masuk menghadap tapi kiai HM.Holil bin abdul latif
menunggu di pintu gapuro kata kiai HM.Holil bin abdul
latif sudah mulai tadi aku tunggu aku sangat ingi makan nangka yang kamu
bawa ini sudah lama aku gak makan nangka.padahal nangka yang ada di dalemnya kiai HM.Holil bin abdul
latif penuh itulah salasatu karromah kiai HM.Holil
bin abdul latif Suatu ketika KH.M.Fadil dan
KH.Sarkowi suwan di waktu bulan puasa saat itu
sudah jam 05:00 sure pamitan mau pulang dari dalemnya kiai
HM.Holil bin abdul latif kiai melarangnya kata kiai jangan pulang
sebentar lagi buka puasa buka di sini kata kiai
HM.Holil bin abdul latif namun ke duanya gak mau karna sungkan lalu kiai HM.Holil bin
abdul latif berkata
bismillahirrohman nirrohim pendek jalan setelah nyampek kerumahnya tetap belum
adan magrib perasaan keduanya jalannya biasa biasa saja tapi KH.Sarkowi nyampek ke pakong dan KH.M.Fadil Ke Tengginah sama sama buka di rumahnya
masing masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar